Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemakaman jenazah pasien COVID-19 di Kabupaten Kudus dipercepat. Hal tersebut dikarenakan tingginya angka kematian akibat corona di Kudus sehingga berpotensi menyebabkan antrean dalam proses pemakaman.
"Karena kemarin sempat muncul berita to? Saya tungguin sampai sore apa benar kondisi seperti itu. 'Oh tidak pak itu sudah terjadwal di beberapa tempat'. Bahwa memang harus ada percepatan iya. Maka jam 6 sore kemarin sudah selesai," ujar Ganjar kepada wartawan, Jumat (4/6).
Dia menjelaskan, percepatan penanganan jenazah COVID-19 sangat penting untuk dilakukan. Ia pun mengintruksikan jajarannya untuk mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan agar percepatan bisa dilakukan.
"Saya minta untuk pastikan tempatnya siapkan, SDM-nya perbaiki, SOP-nya, siapkan peralatannya kalau kurang minta ke saya. Sehingga nanti kita bisa lakukan percepatan," kata dia.
Disinggung terkait kurangnya tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di kota kretek, Ganjar mengaku telah mengirimkan beberapa nakes tambahan.
"Kita sudah kirim 5 orang dokter paru dari RSUD Dr. Moewardi. Ada dokter penyakit dalam usulan 10 kita bisa penuhi 5 orang juga sudah terkirim. Lalu ada dokter umum usulan 20 kita penuhi 38 ini yang kerja sama dengan IDI Jateng dan sudah deliver," sebut dia.
Selain itu, pihaknya pun menerjunkan puluhan perawat untuk ikut serta menangani kasus corona di Kudus. Saat ini Kudus telah ditetapkan sebagai zona merah COVID-19.
"Yang masih proses ada perawat cukup banyak usulan 198 kita baru kirim 48 dan dari Dinkes Jateng sudah kirim. Ada PPNI, Poltekkes, Stikes menyiapkan 150 ini sekarang on going process. Lalu analis kesehatan masih proses butuh 11 orang, apoteker 3 masih proses, tenaga gizi 8 masih proses," imbuhnya.
Sebelumnya, kabar soal adanya waiting list jenazah COVID-19 disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Budi Waluyo. Ia mengatakan pemulasaran jenazah COVID-19 membutuhkan waktu satu jam untuk satu jenazah. Sementara jumlah tim terbatas.
"Jadi waiting list, pemakaman jenazah dengan prokes COVID-19 butuh waktu satu jam. Sedangkan tim pemakaman jumlahnya 20 orang yang dibagi shif pagi dan malam. Setiap tim berjumlah 10 orang menangani satu jenazah," kata Budi saat dihubungi wartawan, Rabu (2/6).
Sementara, berdasarkan, laman corona.kuduskab, hingga Rabu (2/6) kasus terkonfirmasi positif COVID-19 ada 1.243 kasus. Dari jumlah itu, 287 orang dirawat di rumah sakit, sementara sisanya 965 menjalani isolasi mandiri
Sedangkan kasus sembuh ada 5.856 dan kasus meninggal sebanyak 637. Sehingga total keseluruhan kasus COVID-19 di Kudus adalah 7.736