Penanganan virus corona di dunia menghadapi tantangan karena munculnya berbagai varian baru virus corona. Munculnya varian baru COVID-19 bahkan membuat sejumlah negara kewalahan.
Untuk mencegah penularan semakin meluas, sejumlah negara memutuskan untuk memperketat pembatasan dan bahkan memperpanjang lockdown.
Vaksinasi corona yang diharapkan menjadi 'penyelamat' agar dunia dapat segera keluar dari pandemi juga terus digenjot.
Bagaimana perkembangannya? Berikut kabar corona dunia yang telah kumparan rangkum:
Meski Kasus COVID-19 Turun, Lockdown di Melbourne Malah Diperpanjang
Pemerintah negara bagian Victoria, Australia, memutuskan memperpanjang lockdown di ibu kota Melbourne pada Rabu (2/6).
Kebijakan ini diambil demi menekan laju infeksi COVID-19 yang disebabkan varian corona India, atau yang disebut varian Delta menurut sistem penamaan baru WHO.
Lockdown ketat lokal tadinya akan berakhir pada Kamis (3/6). Namun plt Menteri Utama Victoria, James Merlino, memutuskan tetap memperpanjang lockdown di Melbourne.
Usai Terima Vaksin Pfizer, 275 Pemuda Israel Terkena Peradangan Jantung
Ratusan pemuda Israel menderita peradangan jantung usai menerima vaksin corona buatan Pfizer. Kendati jumlah penderita terhitung sedikit, Kemenkes Israel yakin itu berkaitan erat dengan vaksinasi.
Dalam data yang dirilis Israel pada Desember 2020 sampai Mei 2021, dari 5 juta orang yang menerima vaksin Pfizer, sebanyak 275 di antaranya menderita peradangan jantung atau miokarditis.
Mayoritas pasien yang menderita miokarditis harus dirawat selama empat hari di rumah sakit. Sebanyak 95 persen dari kasus itu adalah kasus ringan.
Arab Saudi Tak Akan Karantina Turis Internasional yang Sudah Divaksin COVID-19
Otoritas Umum Penerbangan Sipil (general Authority of Civil Aviation, GACA) Arab Saudi mengumumkan para pelaku perjalanan yang sudah divaksinasi corona tak akan dikarantina ketika tiba di Saudi.
Para pelaku perjalanan harus memiliki sertifikat vaksinasi yang telah dibuktikan keabsahannya oleh pihak berwenang di negara asalnya.
Tapi, aturan ini khusus berlaku bagi mereka yang telah divaksin dengan vaksin COVID-19 tertentu. Di antaranya Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.
WHO Minta Ilmuwan Kembali Teliti Kasus COVID-19 Pertama di Italia
Sampel dari studi menyebutkan jika virus corona penyebab COVID-19 sudah beredar di luar China pada Oktober 2019 kembali diuji ulang atas permintaan WHO. Kabar itu disampaikan dua ilmuwan yang memimpin penelitian virus corona di Italia.
COVID-19 pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China, pada Desember 2019. Sementara pasien corona pertama di Italia terkonfirmasi pada 21 Februari di sebuah kota kecil dekat Kota Milan.
Namun sebuah penelitian yang dirilis tahun lalu memaparkan bahwa antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 ataupun varian dari virus tersebut sudah terdeteksi di Italia pada 2019 lalu, sebelum kasus pertama teridentifikasi.
Penelitian itu menyebabkan kantor berita lokal China mengabarkan bahwa virus penyebab COVID-19 ini bisa jadi tak bersumber dari China.
Presiden Turkmenistan Klaim Nihil Kasus COVID-19, Bukti Berkata Lain
Turkmenistan merupakan salah satu negara di dunia yang mengeklaim nol kasus COVID-19. Hal ini disampaikan langsung Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamedov dalam wawancara dengan media asing yang disiarkan oleh stasiun televisi Mir.
Namun, klaim tersebut memicu tanda tanya dari negara lain. Seperti diplomat Turki yang bertugas di Turkmenistan tahun lalu dilaporkan menderita COVID-19. Demikian pula Duta Besar Inggris untuk Turkmenistan yang mengaku tertular COVID-19 pada Desember 2020 di negara tersebut.
Daftar Vaksin Corona yang Sudah Disetujui WHO: Pfizer hingga Sinovac
WHO memperbaharui daftar izin penggunaan darurat atau Emergency Use Listing (EUL) vaksin corona. EUL diberikan WHO untuk memastikan sebuah vaksin telah memenuhi standar persyaratan internasional terkait keamanan, efikasi atau kemanjuran, serta manufaktur vaksin.
Terbaru, WHO mengumumkan menyetujui EUL untuk vaksin corona buatan Sinovac pada Selasa (1/6) kemarin.
Sebelumnya, WHO memberikan EUL pada Pfizer pada 31 Desember 2020. AstraZeneca mendapat EUL pada 15 Februari 2021, Johnson & Johnson pada 12 Maret 2021, Moderna pada 30 April 2021, dan Sinopharm pada 7 Mei 2021.