Sedikitnya dua orang tewas dan lebih banyak lagi cedera akibat serangan bom bunuh diri di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu (5/6) waktu setempat. Serangan ini menargetkan personel militer.
Dikutip dari AFP, Minggu (6/6), pelaku bom bunuh diri menyerang di dekat stasiun minibus yang ramai saat menargetkan konvoi pasukan militer.
"Ledakan itu disebabkan oleh seorang pengebom bunuh diri yang mencoba menyerang konvoi militer yang melewati daerah itu," kata juru bicara kepolisian Somalia, Sadik Dudishe, kepada AFP.
"Kami telah mengkonfirmasi bahwa dua orang tewas dan 23 lainnya terluka, beberapa di antaranya personel militer," kata Dudishe.
Mohamud Adan, seorang petugas polisi di dekat lokasi ledakan, mengatakan, ledakan bom itu terjadi di daerah padat penduduk saat banyak orang menaiki minibus menuju Afgoye, 25 kilometer barat laut Mogadishu.
Seorang saksi mata mengatakan, pelaku menargetkan kendaraan militer tetapi malah menimbulkan korban sipil ketika perangkatnya diledakkan terlalu dini.
"Saya melihat lima orang tewas, kebanyakan dari mereka naik minibus," kata warga bernama Fadumao Mohamed.
Saksi lain, Dahir Shine, mengatakan beberapa penumpang minibus tewas dan terluka. "Saya melihat tujuh orang terluka," tambah Shine.
Tidak ada pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok Al-Shabaab, yang terkait dengan Al-Qaeda, telah berjuang menggulingkan pemerintah federal Somalia sejak 2007 dan melancarkan serangan rutin terhadap pemerintah dan sasaran sipil.