Beberapa hari ini publik dihebohkan dengan foto pengendara sepeda motor yang mengacungkan jari tengah ke arah pengendara road bike di jalan raya. Dalam foto, pengendara road bike berada di jalur kendaraan bermotor.
Pengendara sepeda motor merasa bahwa jalurnya “digunakan” oleh para pengendara road bike. Sehingga, dia merasa kesal dan mengacungkan jari tengahnya.
Jika setiap pengendara melakukan komunikasi yang baik selama dalam perjalanan, antar pengguna jalan, hal ini tidak akan terjadi. Pengguna jalan dapat melakukan komunikasi untuk saling menghormati antar pengguna jalan dan selalu mengutamakan keselamatan antar pengguna jalan.
Salam Satu Aspal
Sebelum membahas mengenai komunikasi perjalanan, kita mengulas terlebih dahulu bahwa berkendara di jalan banyak dijadikan inspirasi grup band dalam membuat lagu. Ada beberapa lagu yang bisa dianggap mengungkapkan ketiga jenis kendaraan yang digunakan oleh pengguna jalan, yaitu sepeda sepeda motor, mobil, dan sepeda.
“Kita melewati jalan berliku.
Peluh membasahi wajah penuh debu.
Hello Bro, angkat tangan.
Salam satu aspal.”
Di atas merupakan potongan lirik lagu Salam Satu Aspal yang dibawakan oleh Kolonials. Lagu ini menceritakan pengendara sepeda motor atau bikers. Salam satu aspal menjadi semacam bait komunikasi untuk saling hormat menghormati antar sesama bikers dan pengguna jalan lainnya.
Sebagai pengguna jalan, keselamatan adalah yang utama. Saling menghormati pengguna jalan lain tujuannya adalah untuk mewujudkan keselamatan dalam perjalanan.
Lain Kolonials, lain Naif. Grup band yang belum lama ini mengumumkan pembubarannya, juga memiliki lagu yang bercerita tentang berkendara mobil, yaitu Mobil Balap.
“Asoy Geboy ngebut di jalanan ibukota.
Dipayungi lampu kota di sekitar kita.
Suatu hari.
Ada orang yang menantang.
Gairah sembalapku makin tak tertahan.
Kubalap dia dari kiri banting kanan.
Tak kumelihat kuterobos lampu merah.
Tiba-tiba Pak Polisi datang menghampiri.
Kutancap gas dengan maksud melarikan diri.
Akhirnya ku menabrak pohon yang melintang.”
Lagu ini mengisahkan bahwa saat berkendara ada yang menantang untuk balapan. Hati pengendara pun tertantang. Namun, karena tidak mematuhi peraturan dengan menerobos lampu merah, Polisi pun akan melakukan penindakan. Namun, pengendara mobil berusaha kabur dan akhirnya menabrak pohon.
Jika saja, balapan mobil di tempat yang semestinya, seperti di sirkuit. Maka, dapat meminimalisir bahaya dalam berkendara.
Adapula lagu Bicycle Race oleh Queen yang menceritakan tentang bersepeda.
“Bicycle, bicycle, bicycle.
I want to ride my bicycle, bicycle, bicycle.
I want to ride my bicycle.
I want to ride my bike.
I want to ride my bicycle.
I want to ride my bicycle, races are coming your way.”
Penggalan lirik lagu ini menceritakan keinginan untuk bersepeda dan melakukan balapan sepeda. Namun, perlu diingat bahwa bersepeda tetap harus mengikuti peraturan dan mengutamakan keselamatan, baik dirinya, maupun pengguna jalan lainnya.
Ketiga lirik tadi menggambarkan pengendara sepeda motor yang memiliki semangat kebersamaan “satu aspal” untuk saling menghormati, pengendara mobil yang tertantang karena ajakan untuk balapan mobil, dan pengendara sepeda yang ingin melakukan balapan.
Komunikasi Perjalanan
Saat melakukan perjalanan, komunikasi sangat penting dilakukan para pengguna jalan. Pertama, komunikasi dapat dilakukan pada diri sendiri dan sesama pengguna jalan, seperti perlunya mencari tahu regulasi yang mengatur tentang perjalanan. Salah satunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Aturan ini menjelaskan tujuan diselenggarakan LLAJ, yaitu terwujudnya pelayanan LLAJ yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian nasional, memajukan kesejahteraan umum, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa. Selain itu, aturan ini bertujuan untuk terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa dan terwujudnya penegakan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat.
Kedua, pengguna jalan perlu saling berkomunikasi dengan santun agar tercipta saling menghormati antara pengguna jalan. Upayakan menggunakan pikiran jernih, dan kurangi penggunaan emosi yang berlebihan saat dihadapkan pada keadaan yang tidak nyaman, agar tetap santun dalam berkomunikasi saat berkendara.
Karena semua pengguna jalan memiliki tujuannya masing-masing. Maka, jika ada yang kurang berkenan atas kegiatan perjalanan yang dilakukan pengendara lain, seperti misalnya menyalip secara tiba-tiba, lebih baik mengalah, agar keselamatan terjaga.
Ketiga, cara komunikasi lainnya adalah memberikan tanda sinyal sesuai peraturan. Misalnya saat berbelok, nyalakan lampu sein. Sehingga, pengguna jalan yang berada di belakang dapat mengetahui dan bersiap untuk tidak melaju cepat atau mengurangi kecepatannya, agar tidak terjadi tabrakan.
Dengan memberikan sinyal-sinyal atas apa yang akan dilakukan pengendara, maka dapat memberikan pesan kepada pengendara lain atas apa yang akan kita lakukan. Begitu juga sebaliknya. Jika pengendara lain sudah memberikan sinyal, maka kita harus merespons dengan baik.
Pentingnya komunikasi dalam berkendara di jalan perlu diketahui dan dilaksanakan. Sehingga harapannya, pengguna jalan dapat mengutamakan keselamatan dan meminimalisir kecelakaan. Lebih lanjut, pengguna jalan dapat melakukan perjalanan dengan hati-hati, gembira, dan saling menghormati, karena memiliki semangat kebersamaan “satu aspal”.