Belanda Akan Beli Vaksin Corona hingga 2023, Berencana Vaksinasi Tiap Tahun

Belanda Akan Beli Vaksin Corona hingga 2023, Berencana Vaksinasi Tiap Tahun
Suster panti jompo berusia 39 tahun, Sanna Elkadiri menerima vaksin Pfizer / BioNTech pertama di Belanda di Veghel, Belanda, Rabu (6/1). Foto: Piroschka van de Wouw/Pool/REUTERS

Saat ini negara di seluruh dunia sedang berlomba-lomba memvaksinasi sebanyak mungkin warganya. Ada negara yang hampir mencapai kekebalan kelompok, tapi ada juga yang masih jauh tertinggal.

Negara-negara di Uni Eropa sudah cukup banyak memberikan vaksin corona kepada warganya. Kira-kira dalam waktu 4 bulan mendatang, kebanyakan negara di Uni Eropa akan mencapai kekebalan kelompok. Meski begitu, hal tersebut tidak membuat kekhawatiran kembalinya virus corona menghilang, termasuk di Belanda.

Pemerintah Belanda kini fokus memberikan vaksin kepada warganya yang berusia di atas 18 tahun. Setidaknya 85 persen warga dewasa diprediksi setuju untuk divaksin atau sekitar 12 juta orang. Saat ini angka partisipasinya sudah 75 persen.

Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge, bahkan berencana membeli 61 juta dosis vaksin corona tambahan untuk tahun 2022 dan 2023.

Belanda Akan Beli Vaksin Corona hingga 2023, Berencana Vaksinasi Tiap Tahun (1)
Staf medis mengambil sampel uji virus corona saat pengujian drive-thru di Alkmaar, Belanda. Foto: REUTERS / Piroschka van de Wouw

Tambahan dosis vaksin tersebut ditargetkan untuk warga Belanda yang berumur 12 tahun ke atas dan kira-kira cukup untuk memvaksinasi lebih dari 15 juta orang.

Hal tersebut direncanakan sebagai bentuk antisipasi Belanda jika penularan virus corona terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. De Jonge mengatakan demi memastikan warganya terlindungi, ada kemungkinan vaksin COVID-19 diberikan setiap tahun.

Walau demikian, belum jelas vaksin dari perusahaan mana yang akan dibeli Belanda. Uni Eropa sejauh ini sudah menandatangani kontrak denga Pfizer/BioNTech untuk pembelian vaksin periode 2022-2023. Belanda akan mendapatkan 35 juta dosis vaksin dari perjanjian tersebut.

De Jonge juga mengaku lebih memilih vaksin yang dapat melindungi warganya dari varian virus corona baru dan vaksin yang memang dapat diandalkan dalam proses pengirimannya di Uni Eropa. Ia tidak banyak berharap dengan vaksin AstraZeneca.

Penulis: Daniel Chrisendo