kumparan merangkum sejumlah kabar corona dunia pada Minggu (25/4). Mulai dari rekor kematian di Brasil hingga adanya kasus baru di China.
Hingga saat ini, penularan virus corona masih terjadi meski mulai ada penurunan. Tercatat kasus positif global kini mencapai 147.192.794 juta orang di mana 3.115.416 pasien meninggal dunia.
Amerika Serikat, India dan Brasil masih menjadi tiga negara teratas yang terdampak parah pandemi COVID-19. Jumlah kasus di tiga negara itu kini sudah di atas 14 juta jiwa.
Berikut kumparan rangkum kabar corona dunia:
Kematian Corona Brasil Capai Rekor Tertinggi: 67.977 Pasien Meninggal per April
Brasil mencatat sejarah suram dalam penanganan corona pada Sabtu (24/4) waktu setempat. Tercatat sepanjang April menjadi bulan paling mematikan.
Brasil mencatat sebanyak 67.977 kematian kasus corona sejak awal hingga 24 April. Jumlah kematian tersebut lebih tinggi daripada bulan sebelumnya, Maret, dengan 66.573 kematian kasus corona.
Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan, pada 24 April, kematian corona bertambah 3.076 pasien, dengan rata-rata 2.545 kematian per hari dalam sepekan terakhir.
Sementara itu, kasus baru bertambah 71.137 pasien pada 24 April, dengan rata-rata harian lebih dari 60.000 kasus baru dalam dua pekan terakhir.
Dengan rekor tertinggi dalam hal kematian tersebut, membuat total 380 ribu lebih warga Brasil telah meninggal dari 212 juta penduduknya.
Hanya Amerika Serikat yang terkena dampak lebih buruk kematian corona secara total daripada yang dialami Brasil. Terlepas dari data tersebut, para ahli mengatakan kurva infeksi dan kematian di Brasil sebenarnya sudah stabil.
Institut kesehatan masyarakat Brasil, Fiocruz, menyatakan "dalam 2 minggu terakhir telah terjadi stabilisasi kasus dan kematian karena COVID-19, yang menjadi ciri tingkat penularan baru. Tingkat kematian akan berkisar sekitar 3.000 per hari dalam beberapa minggu mendatang," ucapnya.
Arab Saudi Wajibkan Penumpang Pesawat Sudah Divaksin Corona
Otoritas penerbangan Arab Saudi (GACA) menerbitkan aturan mengenai syarat-syarat penumpang pesawat kepada seluruh maskapai. Penumpang yang diizinkan naik pesawat harus sudah divaksin corona atau tidak pernah terpapar COVID-19.
Status tersebut harus dibuktikan dengan menunjukkan kondisi kesehatan yang tercatat dalam aplikasi Tawakkalna. Pihak maskapai serta Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi diperintahkan bekerja dengan cepat untuk memastikan data penumpang ditautkan ke aplikasi tersebut.
GACA menegaskan status kesehatan di Tawakklana sebagai syarat wajib untuk memasuki bandara dan menaiki pesawat. Dengan adanya aplikasi itu, penumpang tak perlu lagi menunjukkan dokumen untuk membuktikan kondisi kesehatan mereka.
GACA juga telah meminta agensi memastikan sistem tersebut akan mengirim pesan kepada penumpang yang tak bisa terbang karena kondisi kesehatannya. Sehingga tiket pesawat yang sudah dibeli bisa di-refund.
Arab Saudi berencana memulai kembali penerbangan internasional secara penuh mulai Mei setelah penangguhan lebih dari setahun sebagai pencegahan corona.
Penangguhan penerbangan internasional rencananya dicabut pada 17 Mei, tetapi tidak akan berlaku untuk 20 negara yang sudah ditetapkan Satgas COVID-19 setempat.
Tercatat 20 negara yang masuk daftar larangan yakni Argentina, UEA, Prancis, Jerman, AS, Indonesia, India, Jepang, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Konfederasi Swiss, Lebanon, dan Mesir.
Larangan itu juga termasuk kedatangan dari negara lain yang telah transit di salah satu dari 20 negara tersebut selama 14 hari sebelum mendaftar untuk memasuki Arab Saudi.
Kebakaran Landa RS Corona di Baghdad, Irak, 23 Orang Tewas
Kebakaran melanda sebuah RS tempat perawatan pasien corona di Ibu Kota Baghdad, Irak, pada Minggu (25/4) dini hari waktu setempat.
Dalam insiden di RS Ibn al-Khatib itu, setidaknya 23 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Kebakaran itu disebabkan adanya ledakan dari sebuah penyimpanan tabung oksigen.
Nampak dari video yang tersebar di media sosial, petugas masih berjibaku memadamkan api di saat pasien dan kerabat mereka mencoba keluar dari gedung.
Sebuah sumber medis di rumah sakit mengatakan "30 pasien berada di unit perawatan intensif" yang disediakan untuk kasus corona yang kritis.
Gubernur Baghdad, Mohammed Jaber, meminta Kementerian Kesehatan Iran untuk membentuk komisi penyelidikan agar kelalaian petugas yang menyimpan tabung oksigen bisa dimintai pertanggungjawaban.
Ngotot Masuk Kantor dan Fitness Meski Positif Corona, Pria di Spanyol Ditangka
Seorang pria di Mallorca, Spanyol, ditangkap karena dengan sengaja tetap ngotot masuk kantor dan nge-gym padahal positif corona. Tindakannya itu membuat 22 orang terpapar COVID-19. Ia ditangkap atas dugaan penyerangan.
Polisi Mallorca menyelidiki kasus ini akhir Januari menyusul laporan ada seorang karyawan yang telah "terpapar COVID-19 tetapi menyembunyikannya.
Bermula ketika karyawan itu sebelum terkonfirmasi positif corona, sudah menunjukkan gejala COVID-19. Sehingga rekan-rekannya yang khawatir memintanya pulang, namun karyawan itu menolak.
Setelah pulang kantor, karyawan itu melakukan tes swab PCR, tetapi tidak menunggu hasilnya. Sehingga ia tetap ke kantor keesokan harinya dan menuju tempat fitness.
Di tempat kerja, atasan maupun pegawai lainnya meminta pria itu pulang. Sebab tanda-tanda COVID-19 sudah mulai terlihat, salah satunya suhu tubuh yang mencapai lebih dari 40 derajat celsius.
Tapi pria itu mengabaikan permintaan tersebut dan justru berjalan-jalan di sekitar tempat kerjanya, sengaja menurunkan masker ketika batuk, dan mengejek pegawai lainnya dengan mengatakan: "Saya akan menulari kalian semua dengan virus corona," kata polisi.
Ketika hasil PCR-nya keluar sepulang dari kantor dengan konfirmasi positif corona, rekan-rekan pria tersebut khawatir dan melakukan tes PCR. Hasilnya, 5 rekan pria tersebut positif COVID-19 dan menulari beberapa anggota keluarga mereka, termasuk 3 bayi.
Sedangkan di tempat fitness, pria itu pernah kontak dengan 3 orang lainnya yang kemudian menulari anggota keluarga. Sehingga total 22 orang dinyatakan positif COVID-19 disebabkan ulah pria tersebut.
China Catatkan 13 Kasus Baru COVID-19
China melaporkan 13 kasus baru COVID-19 pada Sabtu (24/4) kemarin. Otoritas kesehatan China menyatakan jumlah kasus baru COVID-19 ini naik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 9.
Dikutip dari Reuters, Komisi Kesehatan China menyatakan 9 kasus baru corona tersebut merupakan infeksi impor dari luar negeri.
Hingga saat ini, jumlah kasus COVID-19 di daratan China mencapai 90.588. Total angka kematian yaitu 4.636.
Sebelumnya, warga dari beberapa wilayah di China belum mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 yang kedua. Namun, kebutuhan vaksin diperkirakan akan terpenuhi pada bulan Juni mendatang.
Berdasarkan data Reuters, kecepatan vaksinasi COVID-19 China melambat. Hingga pekan lalu, total warga yang disuntik vaksin corona mencapai rata-rata 3,3 juta per hari. Jumlah ini turun sebelumnya yaitu 4,2 juta.