Sejumlah kabar menarik nan penting menjadi berita populer pada Senin (26/4). Dimulai dengan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ajak masyarakat patungan beli kapal selam hingga dibebaskannya petinggi Sunda Empire.
Bagi Anda yang tak sempat mengikuti berbagai kabar tersebut kemarin, kumparan berhasil merangkum 5 di antaranya. Berikut beritanya:
UAS Ajak Masyarakat Patungan untuk Ganti KRI Nanggala
Melalui akun Instagramnya pada Senin (26/4), Ustaz Abdul Somad (UAS) mengajak masyarakat patungan untuk belikan kapal selam baru sebagai pengganti KRI Nanggala yang tenggelam.
Baginya, upaya ini sejalan dengan Pembukaan UUD 1945, yakni segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia harus melindungi bangsanya.
Adapun, berdasarkan informasi yang didapat kumparan, diperlukan setidaknya Rp 5,8 triliun untuk dapat membeli kapal selam sekelas KRI Nanggala.
Petinggi Sunda Empire Bebas
Ki Ageng Ranggasasana dan Nasri Banks, dua petinggi Sunda Empire yang sempat ditahan di Lapas Banceuy telah dinyatakan bebas setelah menerima program asimilasi COVID-19.
Keduanya sempat mendapat divonis dua tahun penjara. Vonis itu dua tahun lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa yang meminta hukuman selama empat tahun penjara.
Dibantu Oknum Bandara, WNI dari India Setor RP 6,5 Juta Agar Tak Dikarantina
Polisi menangkap 2 orang yang mengaku sebagai petugas bandara karena meloloskan seorang WNI yang baru datang dari India agar tidak mengikuti proses karantina.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus pada Senin (26/4) menuturkan, oknum tersebut menerima uang sebesar Rp 6,5 juta setelah mematok tarif jutaan rupiah. Selain menangkap oknum petugas bandara, polisi juga sudah mengamankan penumpang tersebut untuk diselidiki lebih lanjut.
Jokowi Naikkan Pangkat 53 Awak KRI Nanggala
Menyusul kabar ditemukannya KRI Nanggala, Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya 53 awak kapal selam tersebut pada Senin (26/4).
Selain menyampaikan rasa dukanya itu, Jokowi juga memberikan kenaikan pangkat dan penghargaan kepada para prajurit KRI Nanggala.
"Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat 1 tingkat lebih tinggi serta Bintang Jasa Jalasena atas dedikasi pengabdian serta pengorbanan prajurit-prajurit terbaik tersebut," kata dia.
Respons Komnas HAM soal Tumpas Habis KKB di Papua
Gugurnya Kabinda Papua Brigjen TNI Putu I Gusti Putu Danny Nugraha membuat Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta TNI-Polri tumpas habis KKB Papua tanpa mempertimbangkan HAM pada Senin (26/4).
Pernyataan tersebut pun mendapat respons dari anggota komisioner HAM, Choirul Anam yang mengatakan bahwa dalam kondisi perang pun tetap harus mengedepankan ketentuan dalam hukum humaniter atau secara kemanusiaan.
Jika hal itu diabaikan negara, maka upaya yang dilakukan itu pada akhirnya justru akan berpotensi pada pelanggaran HAM itu sendiri.