Seorang perempuan didiagnosis dengan penyakit langka, yang menyebabkan dirinya tertidur saat tertawa. Dalam beberapa kasus, kondisinya membuat si perempuan dalam bahaya hingga terancam mati.
Kondisi tersebut dialami oleh Bella Kilmartin. Ia mengidap narkolepsi sejak ia remaja. Narkolepsi adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan rasa kantuk berlebih pada siang hari serta tertidur secara tiba-tiba.
Selain itu, Bella juga memiliki kondisi cataplexy, yaitu kelemahan otot mendadak yang dipicu oleh emosi yang kuat. Dalam kasus Bella, emosi tersebut ialah ketika ia menyaksikan sesuatu yang membuatnya tertawa.
Artinya, Bella bisa tertidur dalam berbagai skenario yang tidak memungkinkan untuk terlelap, seperti saat berpesta atau menyelam saat liburan.
“Lebih parah lagi ketika saya tidak berharap akan ada suatu hal yang sangat lucu. Akan lebih dari sekadar tertawa kecil. Itu akan menjadi suatu hal yang tiba-tiba ketika saya tidak berharap akan tertawa,” cerita Bella, seperti dikutip LAD Bible.
“Saya kehilangan kontrol semua otot dan semuanya terasa lemah, tetapi hanya ketika saya tertawa. Lutut saya lemas, kepala saya terkulai, tapi saya sepenuhnya sadar serta mampu mendengar semua yang terjadi tetapi tidak bisa menggerakkan tubuh saya sama sekali.”
Bella secara resmi didiagnosis cataplexy pada 2015 silam. Selama dua tahun ia mengalami gejala pusing saat ia tertawa. Kini penyakit tersebut semakin parah, membuat mata Bella akan berkedip saat tertawa bahkan menyebabkan kelopak mata turun sepenuhnya seperti ia tidur.
"Karena sekarang semakin parah menjadi kelemahan otot penuh ketika saya tertawa, ada begitu banyak insiden di mana saya melukai diri sendiri setelah kehilangan kendali atas tubuh saya,” ceritanya.
"Ibuku pernah harus memeluk lenganku di tangga teras atau aku akan terjatuh dan membuat kepala saya bocor,” katanya. "Terlalu banyak waktu untuk menghitung di mana aku duduk, lalu jatuh ke samping dan membenturkan kepalaku ke radiator."
Bella juga tidak bisa melanjutkan belajar mengemudi. Jika ia tertidur di belakang kemudi, hal itu akan sangat membahayakan dirinya dan orang lain. Ia juga takut kolam renang setelah insiden yang membuatnya hampir tenggelam saat berlibur di Tenerife, Spanyol, pada 2016.
Untungnya Bella bersama teman yang memahami kondisinya. Ia membantu Bella agar kepalanya bisa tetap berada di atas permukaan air dan bernapas sembari menggiringnya ke tepi.
“Jika saya berhenti tertawa, otot saya mulai mendapatkan kembali sedikit kekuatan, tetapi tidak langsung,” jelasnya. "Saat itu menakutkan, dan saya sangat beruntung dia ada di sana dan bisa menahan saya.”
Meksi Bella mengetahui dirinya akan tenggelam dan merasa sangat takut, ia tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan dirinya karena tubuhnya sangat lemah. Itu adalah insiden yang sangat menakutkan baginya.
Bella mengalami masa sulit menghadapi konidisi ini. Namun kini ia memilih untuk menceritakan keadaannya untuk meningkatkan kesadaran terkait penyakit saraf.
"Dulu saya tidak memberi tahu siapa pun tentang hal itu tetapi sekarang saya cukup terbuka dengan kebanyakan orang tentang kondisi saya,” kata Bella.
"Saya tidak mengenal siapa pun dengan narkolepsi ketika saya didiagnosis. Dan membaca pengalaman orang lain benar-benar membantu saya. Jadi itulah mengapa saya ingin berbagi cerita saya."