Wasit Ngomong Kotor ke Pemain PSG, Verratti Malah Sebut Itu Normal

Wasit Ngomong Kotor ke Pemain PSG, Verratti Malah Sebut Itu Normal
Ilustrasi wasit. Foto: Pixabay/planet_fox

Wasit laga Man City vs Paris Saint-Germain (PSG) di leg kedua semifinal Liga Champions 2020/21, Rabu (5/5) dini hari WIB, dituding telah berbicara kotor ke kubu Les Parisiens. Meski begitu, Marco Verratti tampak bisa memahaminya.

Leandro Paredes dan Verratti sendiri adalah korban dari ucapan verbal kasar wasit dalam laga di Stadion Etihad tersebut. Khusus bagi si gelandang Italia, ia mengaku bahwa wasit Bjorn Kuipers berkata kasar kepadanya sebanyak dua kali.

"Dia berkata pada saya dua kali 'f *** you'. Saya tidak pernah mengatakan 'f *** you' karena jika saya mengatakan 'f *** you', saya akan dihukum 10 laga. Saya berbicara banyak dengan wasit, tetapi tidak pernah membiarkan diri saya mengatakan hal seperti itu," kata Verratti kepada RMC, dikutip dari GFFN.

Kendati kata-kata tersebut adalah umpatan kasar, Verratti terlihat mafhum dengan emosi sang wasit. Menurutnya, itu adalah hal yang wajar di dunia perwasitan.

Wasit Ngomong Kotor ke Pemain PSG, Verratti Malah Sebut Itu Normal (1)
Bjorn Kuipers, wasit pada pertandingan Man City melawan PSG di Liga Champions. Foto: REUTERS/Phil Noble

"Dia (wasit) mengatakannya kepada saya. Bagi mereka, itu normal. Jika kami melakukannya, itu berarti larangan 10 pertandingan. Akan tetapi, itu bukan kesalahan wasit, kami menjalani pertandingan yang bagus," jelas Verratti.

Kesaksian lain datang dari Ander Herrera. Ia melihat rekannya di lini tengah, Leandro Paredes, menjadi korban kekerasan verbal wasit.

"Wasit malam ini berkata 'f**k off' kepada Leandro Paredes. Jika kami mengatakan hal semacam itu kami mendapat larangan bertanding 3 atau 4 pertandingan," tutur eks pemain MU itu.

Bjorn Kuipers yang memimpin laga Man City vs PSG di leg 2 semifinal Liga Champions 2020/21 itu memiliki track record yang cukup bersih. Akan tetapi, berdasarkan laporan rahasia komisi wasit Belanda, ia disebut sombong karena terlalu memikirkan dirinya sendiri.

***